KEBEBASANBERIBADAH (Lihat juga Keputusan Mahkamah Agung; Pelarangan; negeri berdasarkan nama). ancaman terhadap kebebasan beribadah: g99 8/1 3-5, 7-9 berupaya untuk mengucilkan ”kultus” atau ”sekte”: g99 8/1 7-9; g98 22/11 10 pelanggaran hak: g98 22/11 10 arti kata: w97 1/2 3 Deklarasi Universal PBB tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 18: g99 8/1 3 BukuSiswa - Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 12 – Buku Siswa - Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 12 dapat anda download secara gratis dengan cara meng-klik disini. ViewHak Asasi Manusia dan Demokrasi dalam AA 1Hak Asasi Manusia dan Demokrasi dalam Islam Oleh : Rossy Arinanzani NIM 12220117 Prodi Sastra Inggris Mata Kuliah Pendidikan Agama. Study Resources. Main Menu; Hak Asasi Manusia dan Demokrasi dalam Islam.pptx - Hak School No School; Course Title AA 1; Uploaded By EarlMouse1031; Vay Tiền Nhanh. Hak Asasi Manusia dalam KristenPengertian HAM Menurut Iman Agama Kristen1. Kehidupan Adam dan Hawa di Taman Eden2. Iblis Akan Menerima Penghukuman Kekal3. Hak yang Dianugerahkan4. Allah Membiarkan Manusia MemilihHak Asasi Manusia dalam – HAM menurut iman Kristen. Dalam agama Kristen, hak asasi manusia HAM memiliki nama lain versi Alkitab yakni free will atau kehendak bebas. Masih ingatkah tentang kisah perbudakan di Perjanjian Lama?Dijelaskan jika ada yang tidak mampu, ia bisa memberi diri untuk diperbudak oleh orang yang cukup mampu dan disebut tuan. Si tuan berhak penuh terhadap si hamba entah mempekerjakannya pakas, menganiaya, dan tahu apakah karena melihat peristiwa di Perjanjian Lama ini, bahkan kita tahu Abraham atau nabi-nabi lainnya juga memiliki budak. Apa karena mengambil bulat-bulat dari hal ini sehingga orang-orang di zaman sekarang juga tidak sedikit melakukan pun dikaitkan dengan HAM. Lalu bagaimana pandangan HAM menurut iman Kristen? Daripada bingung, mari kita simak ulasan di bawah berikut HAM Menurut Iman Agama KristenBerikut adalah beberapa pengertian dan penjelasan HAM menurut iman agama Kristen. Simak ulasan lengkapnya di bawah Kehidupan Adam dan Hawa di Taman EdenHidup Adam dan Hawa di Taman Eden sebelum kejatuhan dosa sangatlah menyenangkan, karena semuanya disediakan oleh Allah. Allah juga memberikan perintah yang sederhana untuk tidak memakan buah saja. Kemudian apa yang terjadi? Apakah Adam dan Hawa mengerjakan tepat seperti yang diperintahkan oleh Allah?Coba kita bayangkan kalau pertalian Allah dengan Adam dan Hawa adalah pertalian tuan dengan budak. Jika dengan kondisi Adam dan Hawa seperti itu, bukankah Allah seharusnya membinasakan mereka pada waktu itu juga? Bukankah Allah seharusnya langsung mengusir mereka dari Taman Eden?Itulah yang seharusnya terjadi jika ikatannya adalah hamba dan budak. Sekalipun pada akhirnya Adam dan Hawa pergi dari surga, bukankah itu karena cinta kasih Allah? Bukan karena Iblis Akan Menerima Penghukuman KekalDijelaskan dalam Alkitab ada pohon kehidupan dan setelah kejatuhan manusia dalam dosa, Allah menempatkan pedang menyala-nyala untuk melindungi jalan ke pohon itu. Inilah alasan Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden, bahkan sampai melindungi pohon kehidupan itu. Karena kalau Adam dan Hawa selalu di Taman Eden, bisa jadi mereka akan tergoda oleh iblis untuk memakan buah pohon Kehidupan dari pohon kehidupan itu benar-benar memberi kehidupan kekal sebagaimana namanya, tapi ingat bahwa mereka sudah jatuh ke dalam dosa, agar tidak jatuh untuk kedua kalinya Allah melindungi pohon kehidupan itu, tujuannya supaya mereka tidak jatuh lagi di dalam keberdosaan kata lain, Adam dan Hawa tidak dapat kembali mendapatkan keselamatan dari Allah atau akan serupa seperti Iblis yang pada waktunya nanti akan menerima penghukuman kekal dari Hak yang DianugerahkanAllah juga membuatkan pakaian untuk mereka dari kulit binatang. Bukan soal pakaiannya, melainkan karena Allah senantiasa mengampuni dosa mereka melalui penumpahan darah binatang yang pertama kali sepanjang lagi semua ini merupakan bentuk cinta kasih-Nya. Allah adalah maha tahu dan tentunya apa yang dilakukan Adam dan Hawa juga diketahui oleh-Nya. Bahkan sebelum merekam memakan buah tersebut karean digoda iblis, Allah juga tahu dengan jelas d imana manusia itu bersembunyi, tapi Allah senantiasa bertanya Di manakah engkau?’ dan melacak mereka. Sekali lagi, ini oleh gara-gara cinta kasih-Nya. Pertanyaan berikutnya adalah kenapa Allah yang jelas itu semua malah membiarkan Adam dan Hawa digoda sampai sampai jatuh ke dalam dosa?Maka perihal ini pun tak dapat lepas berasal dari yang namanya free will atau Hak yang dianugerahkan kepada tiap orang oleh Allah Membiarkan Manusia MemilihAllah membebaskan manusia memilih dan sebagai orang yang percaya Kristus, pasti kita menghendaki kebebasan bersamaan dengan maunya allah. Seperti itlah Allah melihat dan memakai hak yang dianugerahkan kepada kita supaya kita tidak menggunakannya semena-mena. Selain itu, sebagaimana HAM menurut iman Kristen, seperti itulah kita memperlakukan sesama, kita seharusnya saling menghargai, menghormati, bahkan mengasihi bersama kasih-Nya. Oleh karena inilah, sangat keliru kalau kita membedakan ras/etnis dalam kehidupan. Sangat keliru juga kalau kita melakukan kekerasan, penganiayaan, perbudakan pada sesama. Sangat keliru juga kalau kita mengambil yang menjadi hak orang yang sudah mendapati hal yang benar sesuai pandangan iman Kristen, biarlah tambah belajar untuk menghargai orang lain karena Allah kita yang berkuasa penuh itu pun sangat menghargai dan mengasihi kita. Lalu, mengapa kita yang tidak menghargai HAM tersebut?Kita sekedar debu yang dapat lenyap memadai bersama sekali hembusan saja. Sebagai citraan Allah, mari kita saling menghargai hak asasi tiap–tiap orang. untuk itu semoga artikel tentang HAM menurut iman kristen sanggup beri tambahan KataMungkin itu saja sekian pembahasan dari ham menurut iman kristen protestan dan katolik. Semoga dapat menjadi penambah wawasan bagi kita sehingga mengetahui pandangan Alkitab terhadap HAM menurut iman Diakonia Koinonia dan MarturiaArti Persepuluhan Menurut Alkitab KristenAyat Alkitab Tentang Pengakuan Iman Rasuli TIMESINDONESIA, MALANG – Hak asasi manusia HAM merupakan hak kodrat yang melekat di dalam diri manusia sejak ia lahir. Sehingga hak yang dimiliki oleh seluruh manusia tidak bisa diganggu gugat baik manusia maupun negara itu sendiri. HAM salah satu hal terpenting karena bagian dari kemanusiaan yang paling instrinsik. Konsep HAM tidak serta-merta produk dari barat, akan tetapi memiliki asas yang berpijak dari seluruh budaya dan agama. Pandangan HAM dimata dunia yaitu pandangan universal bagi keberadaan dan perlindungan kehidupan serta harga diri manusia. Dalam proses berkembangnya wacana HAM, serta kesadaran manusia juga mengalami peningkatan atas hak dan kewajiban yang dimiliki. Indonesia sendiri HAM masuk dengan baik kepada anak HAM sangat mudah diterima, dipahami, dan diaktualisasikan. Dalam Undang-Undang No 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 1 yang berbunyi “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk tuhan yang maha esa dan merupakan anugrahanya yang wajib dihormatii, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”. Di lain sisi pemerintah membuktikan dengan adanya formulasi kebijakan yang telah dibuat sebagai peraturan yang mengarah kepada HAM. Sebab formulasi yang dibuat salah satunya produk kebijakan antara lain Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 E Ayat 3 yang berbunyi “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Selain itu kebijakan berikutnya dibuat kembali didalam Undang-Undang No 9 Tahun 1998 pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Produk kebijakan tersebut bagian dari penguatan demokrasi di Indonesia, sebagai bentuk perlindungan HAM. Namun dalam kenyataannya pelanggaran HAM terus mengalami peningkatan, karena pelanggaran HAM masih terjadi secara masif. Pasca runtuhnya rezim orde baru, dan berganti menjadi reformasi. Akan tetapi negara masih memiliki euforia tersendiri yang menyisakan benih-benih baru dalam praktik pelanggaran HAM yang dilakukan dilapangan. Dalam catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Komnas HAM. Sejak Januari sampai September 2021 aparat kepolisian di laporkan sebagai pelanggar HAM paling terbanyak yaitu 571 kasus. Sedangkan 78 kasus merupakan tindakan kekerasan dan penyiksaan yang dilakukan oleh aparat. Secara tidak langsung pelanggaran HAM merupakan tindakan melanggar hukum yang sudah di tetapkan. Bahkan di tahun sebelumnya Lembaga Bantuan Hukum LBH Pers 2020 mencatat 117 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan 10 jurnalis mendapatkan kriminalisasi di Indonesia. Sedangkan Amnesty Internasional 2020 mencatat 132 kasus pelanggaran hak kebebasan berekspresi dengan dalih pelanggaran UU ITE. Kemudian jumlah korban dalam kasus pelanggaran mencapai 156 korban yang diantaranya 18 dari kalangan aktivis, dan 4 jurnalis. Di lain sisi selama proses aksi demonstrasi. Sementara catatan Amnesty 2021 dengan kasus yang sama berjumlah 56 kasus dan memakan 62 korban. Sehingga menunjakan betapa mirisnya kehidupan di negeri yang katannya demokrasi akan tetapi praktek di lapangan tidak sesuai dengan ketentuan dan ketetapan yang berlaku. Secara tidak langsung realitas yang terjadi dilapangan menunjukan adanya kontradiksi terhadap konsep HAM yang ideal. Kerena pemegang kekuasaan kerap kali dalam memandang HAM menjadi dua mata pisau. Sebab penguasa sebagai pembuat kebijakan ingin mengedapankan sisi kemanusiaan. Di lain sisi HAM dipandang menakutkan oleh pengambil kebijakan yang dikarenakan adanya pola kepemimpinan yang sarat akan dominasi kekuasaan serta pengaruh kepentingan dari investor besar. Sehingga pemaknaan HAM yang ideal selalu mengalami pergeseran akibat adanya kepentingan dari segelintir orang. Secara tidak langsung negara telah mengamini segala bentuk praktik pelanggaran HAM. Pergeseran tersebut menjadikan HAM sebagai bentuk kebohongan terstruktur yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan. Berbagai bentuk tindakan yang menjerumus kepada pembungkaman, intimidasi, kekerasan, dan penganiyaan. Sehingga setiap individu atau kelompok yang berseblahan, dan menganggu kepentingan penguasa selalu dilakukan dengan tindakan represif dari aparat. Maka negara demokrasi yang berasaskan pancasila serta menjunjung tinggi martabat manusia telah usang demi kepentingan segelintir orang. Sehingga masyarakat akan menjadi korban terhadap tindakan yang dilakukan oleh aparat. Ketika praktik pelanggaran HAM terus-menerus dilakukan tanpa ada perubahan secara menyeluruh. Lantas, ada apa dengan negara demokrasi di Indonesia. Demokrasi salah satu simbol dalam peradaban dunia modern yang dijunjung tinggi nilai-nilainya oleh bangsa-bangsa di dunia. HAM dan demokrasi sangat erat kaitanya sebab konsepsi tersebut memiliki kesamaan dalam aspek menjaga dan menjunjung tinggi kemanusiaan dan relasi sosialnya. Karena lahirnya konsep tersebut tidak terlepas dari proses perjuangan manusia dalam menjaga, dan mempertahankan dalam rangka mencapai harkat martabat kemanusiaannya. Sehingga negara harus benar-benar menjamin HAM dari setiap warganya dalam mewujudkan negara yang demokratis. Maka negara harus menegakan dan mengimplementasikan peraturan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian kebebasan dari setiap hak-hak individu atau masyarakat dapat dihormati dan dijunjung tinggi. *** * Oleh Syahrul Ramadhan, Pekerjaan Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang. * Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi *** ** Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi. ** Naskah dikirim ke alamat e-mail [email protected] ** Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.** Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apakah pengertian demokrasi itu ?. Salah satu pokok bahasan penting dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen SMA adalah tentang nilai- nilai demokrasi. Siswa pada umumnya menjawab pengertian demokrasi dengan mengutip pendapat para ahli, menyimulkan bahwa demokrasi berasal dari bahasa Yunani Demos dan kratos. Demos artinya yaitu rakyat atau khalayak dan Kratos yaitu pemerintahaan, kekuasan. Jadi demokrasi adalah kekuasaan pemerintahan ditangan rakyat. Jawaban demikian secara pengetahuan sebenarnya tidak salah, namun masih membutuhkan penggalian berbagai prinsip penting yang menjelaskan bahwa demokrasi seharusnya adalah dipahami sebagai suatu proses pengambilan keputusan yang bijaksana dengan berbagai pertimbanagan untuk mencapai keadilan berdasarkan kebenaran. Kalau kita mau menelusuri latarbelakang tentang demokrasi sebenarnya bukanlah hasil ide pemikiran manusia melalui para ahli semata untuk mengatasi persoalan. Tetapi demokrasi sebenarnya adalah berasal dari konsep dan pemikiran agung dan mulia yang dianugerahkan oleh Tuhan dalam narasi konsep Alkitab. Demokrasi sebagai anugerah Allah memberikan pondasi pentingnya konsep yang benar, kualitas dan karakter manusia sebagai pelaku demokrasi yang memahami tujuan Allah dan konteks kebutuhan sesuatu yang dikerjakan bersama. Pertama keagungan demokrasi dalam kisah penciptaanDengan satu keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah Imago Dei . Sebagai gambar dan rup Allah maka manusia yang dilengkapi dengan akal budi, nalar, ilmu pengetahuan, perasaan dan kemauan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Manusia ada didunia apapun profesinya adalah untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab dan tujuan Allah di dunia yang disebut dengan Misio Dei. Dalam kemahakuasaanNya Allah memberikan mandate kekepada manusia untuk mengolah, mengelola alam. Allah berdialog dengan manusia dalam hal ini Adam dan Hawa yaitu mengkomunikasikan pemberian kebebasan bahwa semua buah dalam taman boleh kamu makan, tetapi juga ada larangan ketetapan bahwa buah pengetahuan yang jahat jangan kamu makan. Allah juga memberitahukan akibatnya jika melanggar ketetapanNya. Ketika menciptakan manusia yaitu Adam, dipandang Allah bahwa tidak baik manusia itu seorang diri maka diciptakanlah Hawa sebagai penolong. dalam mengerjakan mandate Allah. Betapa mulianya Hawa sebagai penolong berarti sebagai kawan untuk berdemokrasi, berdiskusi bekerjasama mengerjakan pekerjaan Tuhan. Betapa pentingnya orang lain diciptakan sebagai rekan kerja bagi kemuliaan Tuhan. Kedua, Kejatuhan manusia dalam dosa merusakan demokrasiAdam dan Hawa yang diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, namun dalam perjalanannya hidupnya melenceng dari tujuan Allah, tidak taat pada ketetapan Allah. Ketidaktaatan ini dipandang sebagai pemberontakan melawan Allah. Akal budi, pengetahuan dan perasaannya rusak yang lebih mementingkan keingininan diri sendiri. Adam dan hawa melakukan dialog demokrasi Tahu yang benar, tahu kebenaran namun justru yang dilakukan adalah yang salah. Dosa mengakibatkan rusaknya konsep diri menjadi malu. Dosa mengakibatkan rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan yang dilakukan dengan mencoba bersembunyi. Dosa merusakan hubungan dengan sesame manusia dengan bersekongkol hal-hal yang tidak benar, saling menyalahkan, Kain dan Habel sebagai saudara tega melakukan pembunuhan. Kisah Menara Babel dimana ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rusak untuk mencari nama tidak untuk memuliakan Tuhan. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya

demokrasi dan hak asasi manusia dalam perspektif alkitab